Pokok Nangka Dan Buahnya

Buah nangka itu jatuh Ibunda.
Tepat di depanku.
Di tepi jalan.
Pada sebuah perjalanan.

Kutanya pada ibu itu.
Kenapa sampai jatuh,...?
Tampaknya terlalu matang.
Fruktosanya telah menjadi biang.

Ibu itu berkilah.
Nangkanya terlalu tinggi.
Tak akan tergapai tangan.
Sekarang rasakan.....
Tersebar di jalanan.....
Tercecer tersebar.
Biji betonnya sebuah diambil orang.
Yang lalu lalang.

Seorang bencong menyapa.
Dalam balutan kerudung jingga.
Menyanyikan sebuah lagu.
Dengan irama Malangan.
Tempat aku dibesarkan.

Duhai Ibunda,
Dalam dekapmu selalu.
Aku tumbuh dan berkembang.
Dalam pandangan polos serta hangat.
Bersahabat,
Bersama hampir setiap orang.
Yang lalu lalang.

Engkaulah pokok pohon itu Ibunda.
Kukuh tegak bersahaja.
Tak pernah dipandang orang.
Yang lalu lalang.

Buah nangka itu tersebar.
Tercecer di jalanan.
Menjadi perhatian orang.
Yang lalu lalang.

Kan kujaga selalu cintamu.
Duhai Ibunda.
Selalu dlam hatiku.
Sekalipun mungkin tak terucapkan.

August 6th, 2012.
Kota Malang,..di dekat Pesantren.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured Post

Perhatian Pamanku

"Om, menika wonten lomba menulis novel saking Universitas Negeri Padang kerjasama kaliyan Deakin University Australia. Deadline-e kalih...