Burung Pipit Itu Bernyanyi Kembali

Burung pipit itu datang kembali.
Melongokkan kepalanya.
Diluar jendelaku pagi ini.
Tatapan matanya penuh arti.
Kemudian terbang kembali.
Hinggap diatas dahan. Burung pipit iti bernyanyi kembali.
Kemudian terbang kembali pergi.
Mungkin mencari makan untuk anaknya disarang.

Teringat akan suatu masa kelam.
Kutemui salah seorang guruku yang sejati.
Mengabarkan padanya suatu harapan pasti.
Menggunakan seragam SMA yang penuh perjuangan.
Selama sepuluh bulan mengulang pelajaran.

Ibu...aku diterima di Gadjah Mada.
Hebat Nak....hebat sekali....jawabmu.
Apalah artinya Brawijaya.
Brawijaya itu cuma emprit.
Gadjah Mada itu Burung Garuda timpalku.
Kami tertawa dalam kebersamaan itu.
Hahahaha......

Memang kami sama-sama teralienasi.
Dalam entitas kami sendiri-sendiri.
Mempertahankan prinsip yang kami yakini.
Dalam dunia chaotik penuh kebimbangan ini.

Burung pipit itu bernyanyi kembali.
Ulurkan tangan terasa bersahabat.
Dalam bulan penuh rahmat.
Burung pipit itu bernyanyi kembali.

Medio August 4th, 2012.
Kota Malang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured Post

Perhatian Pamanku

"Om, menika wonten lomba menulis novel saking Universitas Negeri Padang kerjasama kaliyan Deakin University Australia. Deadline-e kalih...