Abai

Abai.
Itulah yang tiba-tiba.
Terlintas dalam fikiranku.

Abai.
Itulah yang dikatakan guruku dahulu.
Tentang kasus diriku.

Sebenarnya.
Mesti diakui.
Itulah yang terjadi.

Aku ingat di masa kanak-kanakku.
Kami kakak beradik.
Ikut kegiatan ekstrakulikuler.
Adikku dijahitkan doki karate.
Dan aku tidak.
Adikku dibawakan sebuah gitar.
Untuk ekstrakulikuler musik.
Bersama Bapak Nur Ulyanto.
Dan aku tidak.

Ketika kuliah,....
Aku disuruh mengurus surat.
Bahwa aku benar-benar mahasiswa
Di sebuah Universitas besar.
Dan akhirnya ayahku mendapatkan.
Tunjangan Pendidikan Anak.
Luar bisa bukan,..?
Sebenarnya masa depanku saat itu.
Mulai dapat terpetakan.

Tapi kemudian apa yang terjadi,...?
Jatahku dari pemerintah itu.
Dikirimkan padaku kurang dari separuhnya.
Sisanya dibagikan kepada para tetangga.

Abai.
Itulah yang terjadi.
Bahkan sebenarnya lebih parah.

Medio August 5th, 2012.
Kota Malang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured Post

Perhatian Pamanku

"Om, menika wonten lomba menulis novel saking Universitas Negeri Padang kerjasama kaliyan Deakin University Australia. Deadline-e kalih...